Rupiah Menguat Di Bawah Rp 15.000 Per Dolar AS Untuk Pertama Kalinya Sejak Pertengahan Maret

Rupiah Menguat Di Bawah Rp 15.000 Per Dolar AS Untuk Pertama Kalinya Sejak Pertengahan Maret – Rupiah telah mencapai level terkuatnya sejak pertengahan Maret, terapresiasi hampir 3 persen pada Kamis terhadap dolar Amerika Serikat di tengah harapan bahwa vaksin untuk COVID-19 dikembangkan dan bank sentral berjanji untuk mempertahankan suku bunga untuk mendukung ekonomi yang terpukul.

Rupiah Menguat

Mata uang Indonesia berdiri di Rp14.881, naik 2,7 persen terhadap greenback pada 4:46 malam. Waktu Jakarta untuk muncul dari rendahnya tahun ini sebesar Rp16.625 di tengah risiko resesi global. Rupiah pernah terdepresiasi sebanyak 18 persen tahun ini sebelum menguat ke level saat ini.

Kurs Dolar Antar Bank (BI) Bank Indonesia (JISDOR) Jakarta menunjukkan penguatan mata uang menjadi Rp15.157 per dolar dari Rp15.415 pada hari Rabu.

“Kami memutuskan untuk menahan [suku bunga] dalam waktu dekat untuk memprioritaskan mempertahankan tingkat mata uang,” Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kepada Komisi XI DPR yang mengawasi urusan keuangan pada hari Kamis. “Kami yakin rupiah akan semakin menguat.”

Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan bulan ini di 4,5 persen setelah 50 basis poin (bps) total di Februari dan Maret.

“Apresiasi rupiah terkait dengan kebijakan Federal Reserve AS pada hari Rabu untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran nol persen hingga 0,25 persen,” kata ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada The Jakarta Post pada hari Kamis. Selain itu, perusahaan bioteknologi Gilead mengatakan pengembangan vaksin COVID-19 yang diusulkan berjalan dengan baik dan obat itu terbukti menyembuhkan setidaknya 50 persen pasien [yang mengujinya]. Poker Online Indonesia

Seorang pejabat tinggi penyakit menular AS mengatakan remdesivir obat antivirus eksperimental Gilead Sciences akan menjadi standar perawatan untuk COVID-19 setelah uji klinis awal menunjukkan itu membantu pasien pulih lebih cepat dari penyakit, Reuters melaporkan pada hari Rabu.

Pada hari yang sama, para pejabat Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan bulat bahwa mereka “akan menggunakan alat-alatnya dan bertindak sesuai untuk mendukung ekonomi” dan berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai ekonomi AS kembali normal.

Perry mengatakan apresiasi lebih lanjut terhadap rupiah akan didukung oleh defisit transaksi berjalan (CAD) tahun ini yang lebih rendah. Bank sentral memperkirakan CAD kuartal pertama berada di bawah 1,5 persen dan tetap di bawah 2 persen sepanjang tahun, turun dari proyeksi BI sebelumnya 2,5 hingga 3 persen.

Selain itu, perbedaan hasil dalam surat utang pemerintah antara Indonesia dan negara-negara lain masih menarik bagi investor asing, kata Perry.

Ini akan menarik aliran modal masuk ke Indonesia, tambahnya.

Pada awal Mei, BI akan menyuntikkan total Rp 503,8 triliun likuiditas tambahan ke dalam sistem keuangan untuk membantu meredam dampak ekonomi pandemi dan memperkuat rupiah sebagai bagian dari langkah-langkah pelonggaran kuantitatif. Ini termasuk pembelian obligasi BI senilai Rp 166,2 triliun dari investor asing di pasar sekunder.

Jakarta Composite Index (JCI) melonjak Kamis sebesar 3,26 persen, dipimpin oleh saham blue chip seperti milik Bank Mandiri milik negara, perusahaan energi PT Medco Energi dan operator tol milik negara PT Jasa Marga. Investor asing membeli saham senilai lebih dari Rp 431 miliar (US $ 28,7 juta).

Namun, pada 23 April, investor asing telah menjual aset Indonesia senilai Rp 159,6 triliun termasuk obligasi, saham, dan sertifikat BI, menurut data Kementerian Keuangan.

Pemerintah telah berhasil mengumpulkan Rp 221,4 triliun dari obligasi pemerintah pada akhir Maret. Ini merupakan tambahan dari penjualan obligasi berdenominasi dolar AS $ 4,3 miliar di AS dan penjualan obligasi Rp 11,38 triliun di lelang obligasi opsi greenshoe pada hari Rabu, di antara surat-surat utang lainnya.

Perusahaan akan menjual obligasi senilai Rp 856,8 triliun pada kuartal kedua hingga akhir tahun untuk menutup defisit anggarannya yang melebar, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pasar keuangan negara ini telah mulai pulih sejak kemerosotan pada bulan Maret ketika investor asing menjual aset Indonesia di tengah kekhawatiran COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *