Daftar Hadits

Maka jika kamu tidak meninggalkan sisa riba, maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi mu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagi mu pokok harta mu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS. 2:279)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gla. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti, mala baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil) riba maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:275)

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 9:60)

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagi mu jika kamu mengetahui. (QS 62:9)

Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi mu (QS. 2:271)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar (QS. 2:282)

Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu lebih baik bagi mu, jika kamu mengetahui. (QS. 2:280)

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan mu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu ) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS. 4:5)

Jika kamu dalam perjalanan dan bermu'amalah tidak secara tunai sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang oleh yang berpiutang. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya), dan janganlah kamu para saksi menyembunyikan persaksian. (QS. 2:283)

Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan abak panah itu) adalah kefasikan. (QS. 5:3)

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba yang belum di pungut. (QS. 2:278)

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah... (QS. 2:276)

Persaksikanlah apabila kam berjual-beli; dan janganlah penulis dan saksi-saksi enggan memberi keterangan apabila mereka dipanggil; dan jangalah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya (QS. 2:282)

Diharamkan bagi mu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagung hewan) yang disembelih atas nama selain Allah yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yamh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagi mu) yang disembelih untuk berhala. (QS. 5:3)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. (QS. 5:90)

"Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Seandainya seseorang itu mempunyai satu lembah dari emas niscaya ia ingin mempunyai dua lembah, dan tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya kecuali tanah (ia tidak akan merasa puas terhadap dunia ini sebelum mati) Dan Allah akan senantiasa menerima taubat orang yang bertaubat". (HR. Bukhari dan Muslim)